Langkah Besar Timnas Tent Pegging Indonesia Di Pentas Dunia
Timnas Tent Pegging Indonesia melakoni debut perdana di ajang ITPF World Cup Qualifier 2026 yang diselenggarakan di Yordania pada 29-31 Januari 2026 lalu. Meskipun hasilnya belum maksimal, namun keikutsertaan Tmnas Tent Pegging Indonesia dalam pertandingan level dunia tersebut merupakan langkah besar khususnya bagi Komisi Horseback Archery (HBA) & Tent Pegging dalam mengembangkan olahraga Tent Pegging di Indonesia.
Dengan persiapan yang boleh dibilang instan, Timnas Tent Pegging Indonesia yang bermaterikan atlet-atlet seperti Alan Pratama, Kenzie Allkautsar, Abdurrahman, Muhammad Shalah Syahada, dan Yosua Sitorus dibentuk dari hasil Talent Scouting yang diselenggarakan di JIEPP Jakarta Timur pada 10-16 Desember 2025 lalu.
Kemudian dalam rangka pembinaan mental, disiplin, dan peningkatan kemampuan atlet sebelum diberangkatkan ke Yordania, Komisi HBA & Tent Pegging kembali menggelar Training Camp pada 10-17 Januari 2026 yang dipusatkan di YONKAVKUD I Sembrani Parongpong, Bandung Barat, Jawa Barat dengan menghadirkan pelatih Tent Pegging profesional asal Pakistan.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan Timnas Tent Pegging Indonesia selama bertanding di Yordania, dan mereka telah berusaha sebaik mungkin, kalaupun hasilnya masih belum maksimal, tentu dapat dipahami apalagi dengan masa persiapan yang terbilang singkat yakni 2 bulan,” tutur Deri Asta Ketua Komisi HBA & Tent Pegging.
Pada pertandingan kualifikasi tersebut, Indonesia berada satu grup dengan Arab Saudi (juara dunia Tent Pegging), Yordania (tuan rumah), India (negara asal olahraga Tent Pegging), Kuwait, Norwegia, dan Jerman. Menduduki peringkat ke empat, Indonesia mampu mengungguli Jerman yang kurang lebih telah 10 tahun mengembangkan olahraga Tent Pegging.
“Indonesia memang berada di grup yang bermaterikan negara-negara yang olahraga Tent Peggingnya sudah jauh berkembang, itupun Kita masih mampu unggul dari Jerman yang sudah lebih dulu mengembangkan olahraga Tent Pegging. Selain itu, adaptasi para atlet dengan kuda-kuda dari ras Arab yang sangat berbeda dengan kuda-kuda di Indonesia memang masih menjadi kendala tersendiri,” tambah Deri Asta.
Deri pun yakin dengan hasil yang diperoleh dari pertandingan level dunia tersebut, kedepannya Komisi HBA & Tent Pegging akan memiliki tolak ukur dalam hal pengembangan kemampuan para atlet Tent Pegging Indonesia agar dapat bersaing ditingkat internasional.